Rss Feed Facebook Twitter Google Plus

post:


Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts

Dulu Loper Koran, Sekarang Jadi Pengusaha Rental

Aryanto Mangundihardjo seorang yang sangat dikenal sebagai pengusaha rental mobil mewah. Lihat saja, koleksi mobilnya komplit. Jadi tidak heran bila beberapa artis top dunia pernah menjadi kliennya. Hebatnya, semua ini diawali oleh seorang loper koran. Ya, Aryanto dulunya adalah loper koran.

Menengok tempat usahanya, layaknya seperti show-room mobil mewah. Ada sekitar 16 mobil ada disana. Ada Mercy S300, Alphard, Fortuner, dan tidak ketinggalan Camry. Semuanya nongkrong dengan gagahnya. Mobil-mobil mewah itu direntalkan!

Arya (panggilan akrab Aryanto) juga menyewakan mobil supermewah seperti Hummer H2,ada juga Hummer H2 Limousine, Ferrari, Bentley Flying Spur, sampai Rolls-Royce Phantom. Ada 68 unit mobil mewah dari berbagai merek yang disiapkan Arya. Edaaan…

“Jakarta Limousine” nama usahanya yang berada di seputar Cilandak Jakarta Selatan itu.

Sukses itu penuh perjuangan

Sukses yang diperoleh Arya, bukan diperoleh secara tiba-tiba. perjuangan keras telah dilalui. Coba kita tengok ke belakang, bahwa Arya, adalah seorang pemuda pejuang yang penuh gejolak, anti kemapanan, dengan kreatifitas yang luar biasa. Arya adalah seorang pemimpi besar dan jagoan pengambil resiko. Pada tahun 1991, Arya muda berusia 15 tahun. Dia bahkan memilih Berhenti Sekolah, dan jarang pulang ke rumah. Lebih tertarik untuk mengembangkan usaha, Arya mulai menjadi loper koran. Padahal, ayahnya bukanlah orang miskin, karena saat itu ayahnya sudah mempunyai perusahaan rental alat berat di Jakarta.

Penghasilan menjadi loper yang serba sedikit itu dilakoninya selama berbulan-bulan, hingga pada suatu hari dia bertemu dengan seorang tukang kredit yang mempercayainya dan memberi pinjaman 300rb rupiah. Uang tersebut digunakannya untuk membeli radio panggil (pager). maklum saat itu belum musin telepon genggam…hehehehe

Strateginya sangat sederhana, Arya membuat semacam brosur kecil yang memuat nomor pagernya. Brosur-brosur kecil itu diselipkan pada setiap lipatan koran.

Strategi selip koran itu berhasil. Banyak pelanggan baru yang mulai menjadi bagian dari bisnisnya. Akhirnya Arya naik kelas menjadi agen koran dan majalah. Kepiawaiannya dalam menjalin komunikasi pula yang akhirnya dia bisa menjalin kerja sama dengan jasa kurir dan merekrut adiknya untuk membantunya mengantar koran-koran itu.

Sukses menjadi agen koran tak membuat arya puas. Karena masih merasa muda (usianya saat itu 18 tahun), ia pun mencoba mencari kesibukan dan tantangan baru. Ia melamar kerja menjadi satpam disebuah perusahaan penjualan air galon. Dari sinilah dia belajar menyetir mobil. Dia membantu perusahaan untuk mengantar air-air galon itu ke pelanggan, pakai mobil!

Berikutnya, merasa kurang tantangan lagi, Arya melamar lagi menjadi supir disebuah perusahaan asing (Jepang). Pengalaman menjadi sopir di perusahaan ini membuatnya mahir pula berbahasa Jepang dan Inggris. Ya, Arya terus Belajar!

Berikutnya,Arya malah jadi sopir taksi Blue Bird. Dan tahun 1999, dia ditempatkan di Bali. Karena mahir bahasa asing, Arya pun bisa menjadi sopir Golden Bird di Bali. Golden Bird adalah anak perusahaan Blue Bird yang melayani taksi mobilmewah/premium.
“Saat itu, saya pegang (mobil) Volvo,” sebutnya.

Di Bali ini, Arya banyak berkenalan dengan teman-temannya yang memiliki usaha rental mobil. Dari sana, dia beranikan diri pulang ke Jakarta dan mulai membuka bisnis rental mobil. Modalnya Rp 3 juta, dari uang tabungannya, Arya memberanikan diri meminjam Kijang punya kawannya untuk disewa-sewakan.

Perkembangan selanjutnya, rental mobil itu jadi perusahaan besar, dan simaklah kisah yang dituturkan pada reporter kami:

Bisnis rental itu mengalami lonjakan signifikan ketika Arya mencoba peruntungan dengan ikut tender penyediaan mobil untuk perusahaan obat nyamuk cair. Tak disangka, tender itu dimenangkan Arya. Saat itu, perusahaan tersebut menyewa 14 unit mobil Toyota Kijang selama 3 bulan, tapi dengan perhitungan sewa harian.

“Jadi, waktu itu saya sewa mobil ke perusahaan rental dengan kontrak bulanan, kemudian saya sewakan ke perusahaan itu dengan kontrak harian. Wah, untungnya besar sekali. Dari situ, untuk pertama kalinya saya bisa membeli mobil Kijang,” ceritanya dengan wajah berbinar.

Setelah itu, kontrak dari beberapa perusahaan berhasil digaetnya. Salah satunya dari sebuah perusahaan ponsel yang menyewa 48 unit mobil untuk jangka waktu beberapa tahun.

Bisnis rental pun berkembang pesat. Hingga akhirnya Arya menangkap peluang bisnis baru pada 2006. Berawal dari keluh kesah salah seorang pengusaha asal Rusia yang kesulitan mencari rental mobil mewah di Jakarta, Arya kemudian banting setir dari rental mobil biasa ke rental mobil mewah. Nama usahanya yang dulu Jakarta Bahana, diganti menjadi Jakarta Limousine.

Arya pun berangsur mulai menjual mobil-mobil Kijangnya untuk dibelikan kendaraan yang lebih mewah. Pergaulan yang luas membuat Arya juga leluasa menghubungi beberapa rekannya yang memiliki mobil-mobil supermewah.

Proposal pun dimasukkan ke berbagai perusahaan, terutama perusahaan sektor migas, batubara, dan perusahaan-perusahaan besar lain. Dalam waktu singkat, order pun mengalir.

Selain para bos perusahaan, pelanggan Jakarta Limousine juga banyak dari orang-orang yang menyewa mobil untuk keperluan resepsi pernikahan, syuting film, maupun syuting iklan. Banyak juga dari kantor kedutaan besar negara sahabat yang menyewa mobil-mobil mewah untuk para pajabatnya yang berkunjung ke Indonesia. Beberapa even besar juga pernah menggunakan jasa mobil Jakarta Limousine, seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean maupun Sea Games.

Namun, yang lebih fenomenal adalah jajaran artis kelas dunia yang tampil di Indonesia pernah menikmati servis Jakarta Limousine. Sebut saja nama-nama beken seperti Linkin Park, Rihanna, Beyonce Knowles, Katy Perry, hingga Justin Bieber.

Menurut Arya, dibandingkan pelanggan lain, para artis biasanya memiliki permintaan yang lebih rumit. Misalnya, minta belasan mobil dengan tipe dan warna yang sama untuk artis dan seluruh kru. “Alasannya supaya fans ataupun orang-orang tidak bisa mengetahui artis itu naik di mobil yang mana,” katanya.

Arya menyebut, dari sekian armadanya, yang paling laris disewa adalah jenis Toyota Alphard yang hampir setiap hari keluar. Sedan Mercedez-Benz juga cukup laris disewa oleh pelanggan dari perusahaan maupun kantor-kantor kedutaan.

Lalu, berapa harga sewa? yang harus dibayar untuk menikmati mobil-mobil mewah itu? Arya mengatakan, harga sewa bisa berubah-ubah. Namun, sebagai gambaran, untuk Toyota Alphard sekitar Rp 3 juta dan sedan Mercedez-Benz di kisaran Rp 5 “15 juta tergantung tipenya.

Sedangkan untuk mobil-mobil supermewah, Arya mematok kisaran harga sewa yang selangit. Ferrari Spider Seraph dipatok Rp 30 juta, Bentley Flying Spur Rp 32 juta, dan Hummer H2 Limousine Rp 37,5 juta. Yang paling mahal adalah Rolls-Royce Phantom.

Untuk mobil berharga sekitar Rp 10 miliar itu, harga sewanya dipatok Rp 50 juta. “Itu semua harga sewa per 12 jam. Tapi, masih bisa nego kok,” kata Arya setengah berpromosi.
Harga itu sudah termasuk bahan bakar, sopir, dan berbagai fasilitas pendukung seperti kulkas berikut minuman dan makanan ringan, koleksi buku, majalah, dan surat kabar. Bahkan, untuk fasilitas keamanan, beberapa jenis mobil menggunakan body dan kaca antipeluru.

Arya mengaku, selain kelengkapan armada, salah satu keunggulan Jakarta Limousine adalah profesionalitas para sopirnya. Selain mahir berbahasa Inggris, mereka direkrut dari perusahaan jasa keamanan, sehingga memiliki kemampuan untuk bertindak cepat jika sewaktu-waktu penumpang berada dalam kondisi bahaya, seperti perampokan atau terjebak kerusuhan massa.
“Beberapa pelanggan ada yang meminta sopir dilengkapi senjata api atau sekalian meminta pengawal bersenjata api. Untuk memenuhi itu, kami biasanya menghubungi pihak kepolisian untuk meminta bantuan dari personel Brimob yang sedang dinas luar,” ujar ayah tiga putri tersebut.

Arya optimistis, bisnis rental mobil mewahnya akan terus berkembang. Mulai tahun ini, dia berencana untuk melebarkan sayap bisnisnya ke kota-kota lain seperti Surabaya, Semarang, Denpasar, Solo, Jogja, Medan, Pekanbaru, dan Banjarmasin.
Read more

Success with Values

Muhammad Assad
Apa tolak ukur kesuksesan bagi seorang pengusaha? Umumnya kebanyakan orang akan menghubungkan dengan hal-hal yang bersifat materi, seperti punya uang banyak, rumah besar, mobil mewah dan seterusnya.

Ada juga yang mengatakan bahwa sukses adalah saat mendapat pujian setinggi langit atau saat tingkat popularitas berada di posisi puncak. Maka, ketika ada orang-orang yang mencapai hal ini, langsung akan dikalungi label “sukses”!

Hal tersebut tidak salah. Namun tidak juga 100 persen tepat. Bagi saya pribadi, definisi sukses adalah saat apa yang dimiliki (harta, tenaga, pikiran, waktu) bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Ada satu hadits yang selalu menjadi penyemangat saya dalam melakukan sesuatu, “Sebaik-baik manusia adalah dia yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.” (HR. Bukhari)

Itulah sejatinya makna kesuksesan, yaitu bermanfaat bagi sekitar. Sebagai seorang pengusaha, Anda tidak boleh hanya memikirkan keuntungan semata dari bisnis yang dijalankan. Tapi harus berpikir bagaimana bisnis yang dijalankan dapat bermanfaat bagi orang banyak.

Setiap manusia di muka bumi ini memiliki hak yang sama untuk sukses. Jadi jangan berkecil hati jika mungkin Anda merasa memiliki kehidupan yang tidak seberuntung teman-teman Anda. Begitu banyak contoh orang-orang yang tidak beruntung saat lahir namun meraih kesuksesan luar biasa dalam hidupnya. Berikut adalah 5 fakta tentang sukses yang harus dipahami oleh siapa saja yang ingin sukses.

1)  Sukses tidak ada kaitannya dengan usia
Nelson Mandela menjadi Presiden Afrika Selatan di usia 76 tahun, Mark Zuckerberg menjadi miliuner di usia 23 tahun, Kolonel Sanders memulai bisnis di usia 65 tahun, Bill Gates menjadi terkaya di dunia di usia 40 tahun.

2)  Sukses tidak ada kaitannya dengan suku bangsa
Obama menjadi Presiden Amerika Serikat pertama dari golongan kulit hitam, Charles Dickens kelahiran Tiongkok yang menjadi penulis terkenal di Inggris, Jokowi menjadi Presiden ke-7 Indonesia dari kalangan rakyat biasa.

3)  Sukses tidak ada kaitannya dengan bentuk fisik
Beethoven seorang maestro nomor satu dunia yang menderita tuna rungu (tidak bisa mendengar), Hellen Keller seorang penulis terkenal di dunia yang menderita tuna netra (tidak bisa melihat), Napoleon Bonaparte sang penakluk memiliki badan yang sangat pendek dan tidak enak dilihat.

4)  Sukses tidak ada kaitannya dengan tingkat pendidikan
Susi Pudjiastuti lulusan SMP yang menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Thomas Alfa Edison lulusan SD dengan 2000 paten, Li Ka Shing berhenti sekolah saat SMP dan menjadi orang terkaya di Hongkong, Wright Brother lulusan SMA yang menciptakan pesawat terbang, Larry Ellison dikeluarkan dari universitas dan mendirikan salah satu perusahaan ICT terbesar, Oracle.

5)  Sukses tidak ada kaitannya dengan keturunan
Andrew Carnegie dari keluarga yang sangat miskin dan menjadi raja besi di dunia, Walt Disney terlahir dari ayah dan ibu yang tidak bekerja dan sukses menjadi pembuat kerajaan Walt Disney, Napoleon Hill banyak mengalami kekerasan saat kecil dan sukses menjadi motivator terkenal dengan karya-karya yang fenomenal.

Pengusaha harus mampu memaksimalkan segala potensi yang ada dalam diri dan menggunakan dengan sebaik-baiknya. Jangan selalu berpikir bahwa sukses hanya akan bisa dicapai jika memiliki modal uang yang banyak. Percayalah, bahwa uang itu bukanlah segalanya dalam memulai bisnis. Modal utama dalam memulai usaha adalah keyakinan, semangat dan kerja keras.

Selain itu, ada 3 hal penting bagi seorang pengusaha dalam menjalankan usahanya, yaitu 3P’s: People, Planet, Profit. Inilah esensi dari kewirausahaan, yaitu memberikan manfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia, meninggalkan warisan serta hal yang berguna bagi lingkungan sekitar, dan tentu sebuah bisnis juga harus mencetak keuntungan untuk kelangsungan usahanya. 

Hidup ini sangat singkat, maka sukses jangka pendek tidaklah cukup, melainkan harus jangka panjang. Untuk bisa mendapatkan itu, ada hal-hal penting yang harus dipegang teguh saat sedang mendaki puncak kesuksesan, yaitu sebuah value atau ‘nilai’. Seperti judul tulisan ini, Success With Values, bahwa sukses harus dicapai dengan nilai-nilai kebaikan yang mengiringinya. 

‘Nilai’ adalah hal yang sangat penting namun sering dilupakan. Ada dua bentuk bagaimana hal ini berperan penting dalam sebuah kesuksesan. Pertama, sebuah ‘nilai’ tentang prinsip-prinsip dasar kebaikan dalam membangun kesuksesan. Setiap manusia pastinya mempunyai prinsip-prinsip dasar kebaikan, seperti kejujuran, kerja keras, keikhlasan, dst. Jika di dalam perusahaan, hal ini sama persis dengan sebuah core values atau nilai-nilai inti yang harus dijalankan oleh seluruh karyawan.

Cara meraih kesuksesan sama pentingnya dengan kesuksesan itu sendiri. Jangan sampai Anda menghalalkan segala cara untuk meraih sebuah kesuksesan atau memilih jalan pintas dengan menghilangkan prosesnya. Jika Anda hanya berpatokan bahwa sukses berbanding lurus dengan materi, maka selamanya hidup Anda akan menderita karena harus memenuhi syahwat yang tidak berujung.

Kedua, makna ‘nilai’ berupa sebuah kekuatan yang ada dalam diri. Kekuatan ini berupa kelebihan-kelebihan yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa dan tidak bisa diambil oleh siapapun. Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, hal yang terpenting adalah bagaimana Anda bisa mengelola kelebihan menjadi sebuah kebaikan yang bisa bermanfaat bagi orang banyak. 
‘Nilai’ setiap orang tentunya berbeda, dan menjadi tugas Anda untuk selalu meningkatkan ‘nilai’ tersebut. Caranya adalah belajar lebih giat, bekerja lebih keras, dan berdoa lebih kencang. Dan akhirnya, dengan ‘nilai’ tersebut, cepat atau lambat, kesuksesan pasti akan menghampiri Anda. 



*Muhammad Assad, adalah seorang pengusaha muda, pembicara internasional dan penulis buku-buku national bestseller. Assad lulus program S2 Islamic Finance dari Hamad bin Khalifa University, Qatar, dengan predikat summa cum-laude dan mendapat beasiswa penuh dari Emir Qatar, His Highness Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani. 

Saat ini Assad aktif di bidang kewirausahaan, menjadi CEO Rayyan Capital, perusahaan pengelola keuangan dan investasi global; dan Chairman NFQ Group yang fokus membuat program-program inspiratif dan edukatif di bidang kepemudaan. Pada tahun 2012 Assad mendapat penghargaan “The Most 100 Promising Indonesian Young Entrepreneur” versi Majalah SWA. 

Assad juga seorang penulis best seller. Sejak tahun 2011 telah mengeluarkan 6 buku: Notes From Qatar 1, Notes From Qatar 2, Notes From Qatar 3, Sedekah Super Stories, Good Morning Qatar dan 99 Hijab Stories.
Read more

Harumnya Bisnis Toilet Portabel


Asal ada keinginan dan kemauan yang kuat, jalan pasti terbuka. Andri Wibowo telah membuktikannya. Semua pengalaman yang terjadi sepanjang hidupnya berlandaskan pada tekad yang kuat dan kerja keras.

Andri sadar tak terlahir dari keluarga kaya. Namun, dia punya mimpi untuk meraih pendidikan setinggi mungkin. Selesai menyelesaikan S-1 dari Universitas Katolik Parahiyangan, pria asal Rembang, Jawa Tengah ini merantau ke ibukota. Sembari bekerja, dia juga melanjutkan S-2 di Universitas Trisakti.

Tak sampai di situ, Andri juga berhasil mewujudkan mimpinya kuliah di luar negeri dengan biaya sendiri, yakni di Universitas Leuven, Belgia. “Waktu itu, kuliah di Belgia murah, karena dibiayai oleh pemerintah,” kenang ayah tiga anak ini.

Namun, selepas menuntut ilmu di Belgia, dia tak langsung kembali ke tanah air. Andri mencoba peruntungannya di Tiongkok. Di sanalah, terbuka pemikiran Andri untuk punya usaha sendiri. “Saya tak ingin ikut orang lagi,” kata dia.

Lantas, pria 38 tahun ini  membuka restoran chinesse food. Sayang, usaha ini gagal dan memaksanya kembali bekerja di sebuah perusahaan kayu. Tapi, kegagalan ini tak melunturkan tekadnya menjadi pengusaha.  

Hingga pada akhir 2005, dia mencium peluang untuk memasok mesin pencacah sampah. Bersama rekan kerjanya, Tritan Saputra, Andri mendirikan PT Groen Indonesia. Dia menjual mesin pencacah sampah yang dibelinya dari produsen lokal. Salah satu konsumennya adalah Pemerintah Kota Surabaya.

Tak hanya mesin pencacah sampah, selanjutnya, pemkot juga memintanya ikut dalam tender pengadaan mesin penyapu jalan, truk pengangkut sampah, hingga toilet mobile. “Waktu itu, sekitar tahun 2007, kami masih memakai model toilet karavan,” kenang Andri.

Sebagai pedagang, tentu Andri ingin merambah pasar luas. Dus, dia memasang toilet karavan itu ke website. Bukannya menarik minat pembeli, justru banyak yang ingin menyewa toilet mobile tersebut. “Saat itu, tak ditanggapi, karena kami menjual, bukan menyewakan,” tegas dia. Namun, dari sini, Andri mencium ada celah untuk menyewakan toilet.

Dari sebuah pameran soal sampah yang terselenggara di Surabaya pada Juni 2010, Andri melihat produk toilet portabel. Andri tertarik dan bertanya soal bisnis sewa toilet di luar negeri. “Ternyata, di luar negeri banyak pemain di bisnis ini,” kata dia.

Tanpa ragu, menjelang akhir pameran, Andri membeli toilet portable yang dipamerkan perusahaan asal Singapura itu. Padahal, waktu itu, dia tak punya rencana apa pun. “Toilet itu hanya didiamkan saja di kantor, mau disewakan, kami juga belum tahu berapa harga yang dipatok,” cetus dia.  
Selain menjadi pebisnis, Andri juga mengajar di Universitas Ciputra. Kesempatan untuk menyewakan toilet datang, ketika universitas tersebut mengadakan wisuda pertama kali pada September 2010. Panitia ingin menyewa toilet tambahan, karena gedung yang bakal menampung 1.500-2.000 orang itu hanya punya dua toilet. Sadar ada peluang, Andri segera menawarkan jasa sewa toilet. Tak disangka, panitia butuh 10 toilet, sementara dia hanya punya satu. “Saya langsung impor dari Singapura,”  terang dia. .

Profesional
Bisnis sewa toilet yang baru dirintis ini tampaknya menjadi penopang roda bisnis Groen Indonesia. Sebab, pada 2010-2011 bisnis utama Groen vakum.  “Kami berhenti, karena para pesaing di tender pasang harga ngawur semua. Makin tidak jelas,” kenang dia.

Bermodal 10 toilet portable, Andri mulai percaya diri menawarkan jasa sewa toilet. Di antaranya, dia aktif menjajakan jasanya ke event organizer (EO).

Kualitas toilet dan pelayanan menjadi nilai lebih jasanya. Andri bilang, dia selalu memastikan toiletnya bersih dan kering. Maklum, dia adalah pendatang baru di bisnis ini. Hanya, menurutnya, pelaku lainnya, kurang menggarap bisnis sewa toilet secara profesional, baik dari kualitas, layanan dan promosi.

Andri adalah sosok pekerja keras. Dari Surabaya, dia memberanikan diri merangsek pasar Jakarta dan berhadapan dengan pemain lawas. Dia langsung berstrategi dengan mengambil segmen menengah atas. “Kami incar sewa toilet untuk artis, grup band, pejabat, menteri hingga presiden,” jelas dia.   
Namun, nyatanya, tak mudah menyakinkan konsumen. Terutama soal harga sewa toilet mencapai Rp 2 juta per unit. “Banderol harga ini hampir tiga kali lipat dibanding kompetitor. Kebanyakan tidak mau, karena ada yang murah,” tegas dia.

Dalam rangka menyakinkan  konsumen itulah, dia rela mendatangkan toiletnya bayar pada acara yang mendatangkan pendeta Budha dari Tibet di Jakarta. Dia meminjamkan toiletnya, sementara panitia menyewa dari kompetitor yang harganya lebih murah. “Toilet saya lebih ramai dipakai,” kata Andri yang selalu menyediakan 2 petugas pembersih toilet.  

Dari situlah, konsumen mengetahui jasa sewa toilet milik Andri benar-benar dikelola secara profesional. Pasar pun akhirnya datang mencarinya.  Usaha sewa toilet ini mulai berkembang akhir 2012. Melihat potensi sewa toilet makin besar, pada 30 April 2013, Andri memisahkan usaha ini dari Groen Indonesia dengan mendirikan PT Sewa Toilet Indonesia.

Ada beragam jenis toilet yang disewakan. Mulai dari toilet dengan dudukan biasa hingga toilet yang dilengkapi dengan shower. Toilet yang mewah ini menjadi langganan dari para artis, pejabat hingga presiden.  Pasarnya juga meluas. Jasa toilet ini melayani berbagai acara, mulai pernikahan, pemakaman, konser musik hingga latihan perang di pedalaman.  

Bukan cuma di Surabaya dan Jakarta, Andri juga melayani kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia. Dia punya 14 gudang di berbagai kota. Dengan 1.200 unit toilet portable, bisnis ini mampu meraup omzet ratusan juta setiap bulan.    

Bisnis harus menyenangkan
Andri Wibowo memang seorang pekerja keras. Buktinya, dia mau terjun ke bisnis toilet, yang mungkin masih dianggap jijik oleh sebagian orang. Namun, dengan keyakinan dan kemauannya untuk terus maju, boleh dibilang, suami   Veronica Sitolang ini mampu menguasai pasar jasa sewa toilet di negeri ini.  

Salah satu kunci sukses Andri sebagai pengusaha karena dia memegang teguh prinsip bahwa bisnis itu harus dijalani dengan senang. “Bisnis itu harus fun, jangan cuma memikirkan untungnya berapa,” terang dia.

Dengan menyenangi bidang yang menjadi bisnisnya, orang akan makin tertantang untuk mencari seluk-beluk bidang tersebut. “Dulu, saya tak tahu sama sekali soal mobil penyapu jalan. Tapi, karena saya senang menjalani bisnis ini, saya cari tahu segala hal yang berkaitan dengan itu,” kata Andri.
Bahkan, setelah sempat vakum hingga 2011, Andri berhasil membangkitkan kembali bisnis Groen Indonesia, setelah bisa berhubungan langsung dengan produsen dari Skotlandia. “Mulai tahun 2012, kita full speed,” seru dia.

Mengawali bisnis dari mesin pencacah sampah, jalur bisnis Andri tampaknya juga tak jauh dari bidang kebersihan. Ke depan, dia berniat untuk membangun bisnis kontraktor kebersihan untuk skala perkotaan. Kegiatan yang dilakukan, seperti pembersihan jalan atau coretan-coretan di dinding. “Kami lagi menunggu deal untuk bisnis ini. Mungkin pertengahan Desember sudah ada keputusan,” kata Andri.

Untuk bisnis jasa sewa toilet, dia pasang target memiliki 10.000 unit toilet portabel. Dia optimistis bisnis jasa sewa toiletnya bakal maju, meski pemain baru mulai bermunculan. “Saya anggap bisnis ini adu inovasi dan kreativitas. Itu yang membedakan kami dengan kompetitor,” ujar dia.         
Read more

Bisnis Game Online, Penghasilannya Tak Sekedar Main Main

Game online punya banyak penggemar di Indonesia. Selain game asing, banyak juga game lokal karya anak muda Indonesia yang  sukses di pasaran. Salah satu developer game lokal adalah Anton Soeharyo di Jakarta. Mengusung nama perusahaan Touchten, Anton sukses memproduksi 20 game dengan 10 juta orang pengguna.

Di antara game buatannya adalah Shushi Chain, Ramen Chain, Infinite Sky, Teka Teki Saku, Amazing Cupid, Train Legend, Fun Toilet Game. Touchten berdiri  tahun 2009. Anton sebenarnya iseng-iseng saja memulai bisnisnya. Kebetulan ia juga hobi bermain game. 

"Awalnya saya iseng menginvestasikan uang jajan dari orang tua saat kuliah untuk buat game platform IOS iPhone," ujar sarjana hubungan international lulusan dari universitas di Jepang ini.
Ia sengaja membuat game berbasis  IOS iPhone karena ponsel pintar itu baru banyak peminatnya di seluruh dunia. Lantaran iseng, awalnya hanya membuat game di apps store. Lantaran tidak pernah mengenyam pendidikan komputer, awalnya Anton berpikir mustahil bisa membuat game.

"Tapi setelah saya geluti dan seriusi, pekerjaan ini menjadi gampang dan menyenangkan dengan memahami training dan tools-nya," ujarnya. Anton mengaku, bangga menjadi developer gim. Sebab, banyak karya gimnya disukai orang dan membuat mereka senang dengan permainan tersebut.  

Untuk membesarkan usahanya, Anton juga melibatkan adik dan sepupunya. Kebetulan saudaranya ini memiliki latar belakang pendidikan ilmu komputer. Dengan bergabungnya mereka, kini Touchten semakin produktif membuat game-game terbaru.

Menurut Anton, proses pembuatan sebuah game bisa menghabiskan waktu sekitar tiga sampai dengan enam bulan. Proses awalnya dengan membentuk sebuah tim yang bertugas melakukan game pitching day atau pengembangan ide. Masing-masing anggota tim menyatukan ide tentang game yang akan dibuat.

Inspirasinya bisa datang dari game yang sudah pernah dimainkan.  Namun tema, grafis, dan avatarnya  diubah sesuai keinginan mereka. Setelah menemukan ide, prosesnya dilanjutkan ke tim programer dan grafis. "Kami memiliki dua orang programer dan dua orang grafis," jelansya.

Programer bertugas membuat prototipe game, sementara tim grafis membuat konsep. Setelah itu game memasuki tahap pembuatan (develope). Total biaya pembuatan satu game ini rata-rata tidak lebih dari US$ 20.000. Nah, setelah game itu selesai dibuat, barulah Anton memasarkannya di apps store IOS dan playstore Google.

Menurut Anton, tahapan tersulit dan dalam bisnis game online ini adalah kegiatan marketingnya. Soalnya, kompetitor bisnis ini sangat ketat. Setiap hari puluhan ribu game baru muncul. “Butuh usaha lebih bagaimana developer game memasarkan supaya bisa menjadi nomor satu dan bisa menonjol dibanding game lain," ujarnya.

Anton mengaku, bisa mengantongi omzet dari satu gim sebesar US$ 10.000 per bulan. Ada pun total omzetnya sekitar US$ 200.000 atau lebih dari Rp 2 miliar per bulan.
Read more

Otak Atik Uang dari Peraga Otomotif


Seringkali, seorang anak meneruskan usaha milik orangtuanya. Nasib semacam itu yang dialami Aris Joko Saraswo dengan bengkel waris-an orangtuanya. Meski begitu, bukan berarti Aris hanya sekadar menjaga roda bisnis keluarganya tetap berputar. Dia tetap punya mimpi sendiri, yang menjadi kebanggaannya, meski tak jauh dari dunia otomotif.  

Aris berhasil mengembangkan usaha bengkel warisan orangtuanya menjadi usaha pembuatan alat peraga otomotif. Dari Solo, Jawa Tengah, pria 36 tahun ini mengirimkan alat peraga ini ke berbagai sekolah menengah kejuruan (SMK), balai latihan kerja (BLK), atau lembaga pelatihan kerja (LPK) di seluruh penjuru Indonesia.  

Keakrabannya pada dunia bengkel menuntun Aris mengambil kuliah di Politeknik ITB. Sayang, sebelum lulus pada 2001, sang ayah meninggal. Aris pun kembali ke Solo untuk melanjutkan bengkel ayahnya.

Sayang, di bawah pengelolaan Aris, bisnis bengkel keluarga justru merosot. Banyak pelanggan yang meninggalkan bengkel Raswo. Aris menduga, para pelanggan tak lagi percaya karena pengelolaan bengkel sudah berpindah tangan.

Tak putus asa, Aris berusaha menghubungi lagi pelanggan dan meyakinkan mereka bahwa ia telah disiapkan sebagai penerus sang ayah. “Saya kuliah di otomotif. Teori sudah dikuasai, hanya perlu mengasah kemampuan lapangan, pasti akan lebih baik hasilnya bila dibandingkan dengan orangtua yang autodidak saja,” jelas Aris.

Baru tiga tahun kemudian, bisnis bengkelnya kembali membaik. Setelah berjalan hingga 2007, Aris melihat bisnis di sektor jasa ini kurang menjanjikan. “Kalau untuk kehidupan sehari-hari masih mencukupi, tapi tak bisa kaya dari bengkel,” cetus pria kelahiran Solo, 19 Oktober 1978 ini.  

Peluang baru
Setelah bersentuhan langsung dengan pekerjaan di bengkel, Aris menyadari, bahwa apa yang didapatkan selama sekolah belumlah cukup. Apalagi, bila dikaitkan dengan perkembangan teknologi mobil. “Sekolah butuh alat peraga yang sesuai dengan teknologi terbaru, biar siswanya ketika keluar sudah akrab dengan teknologi tersebut,” kata Aris.

Dari sinilah, Aris melihat peluang untuk membuat alat peraga otomotif. Aris berpendapat,  dengan alat peraga yang pas, seorang guru atau dosen bisa mempermudah penyampaian materi pelajaran yang rumit. “Usaha ini juga akan memaksimalkan apa yang kami punya di bengkel,” ujar dia.
Dia melihat pembuatan alat peraga sebagai peluang usaha lantaran jumlah SMK di negeri ini mencapai ribuan. Selain itu, kendaraan bermotor punya banyak komponen yang harus dipahami oleh siswa melalui bantuan alat peraga.

Supaya produk yang dihasilkan benar-benar tepat guna, Aris rela merogoh kantongnya untuk memperdalam ilmu soal pembuatan alat peraga hingga ke China. Dia bilang, industri alat peraga otomotif berkembang pesat di Negeri Tembok Raksasa itu.

Sekitar tahun 2008, suami Sri Widiyani ini mulai memproduksi alat peraga otomotif. Karena memanfaatkan bengkel yang ada, Aris tak perlu merogoh kantong dalam-dalam untuk menambah lini usaha baru ini. “Kami membangun workshop menjadi satu dengan bengkel yang ada,” tutur dia.
Lantaran selama menjalankan usaha bengkel Aris menerima pelajar sebagai karyawan magang, maka ia punya hubungan dengan beberapa pengajar SMK atau lembaga pelatihan. Pesanan pun datang dari sekolah yang anak didiknya magang di bengkel Aris.

Awalnya, bengkel Raswo  membuat alat peraga mesin injeksi Corolla. Dia mengirim produk pertamanya itu ke SMK di Bali. “Baru setelah itu, kami bikin website, lengkap dengan foto produk dan spesifikasinya,”  jelas ayah dua anak ini.

Dari www.raswo.com dan promosi mulut ke mulut, usaha alat peraga otomotif Aris semakin terkenal. Berbeda dengan produsen alat peraga yang lain, Aris menuturkan, alat peraga bikinannya lebih informatif. Jadi, hanya dengan melihat saja atau tanpa penjelasan guru, siswa akan lebih mudah memahami cara kerja suatu mesin.

Kini, Bengkel Raswo sudah membuat hingga 50 model alat peraga. Kebanyakan alat peraga dibuat berdasarkan pesanan. Sistem ini juga menguntungkan Aris dalam mengelola kebutuhan modal. Sebab, pemesan harus membayar uang muka 50% dari nilai pesanan.

Namun, itu tak berarti Aris tak pernah punya pengalaman buruk. Dia bercerita pernah tertipu oleh pihak ketiga, yakni salah satu pemenang proyek pengadaan alat peraga. “Kami juga tak mungkin menarik kembali alat peraga yang sudah dikirimkan,” kenang Aris. Pengalaman ini membuatnya rugi hingga ratusan juta rupiah, karena sisa tagihan tak dibayar.

Dari situ, Aris pun makin ketat menetapkan standar dan prosedur. Kini, sebelum pengiriman, pemesan harus melakukan pembayaran lunas.

Dari tahun ke tahun, penjualan alat peraganya terus meningkat. Bahkan, kenaikan produksi dalam setahun terakhir mencapai 100%. Kini, dengan karyawan 25 orang, pabrik alat peraga Aris bisa menghasilkan hingga 250 unit alat peraga setiap tahun. “Itu baru melayani sekitar puluhan sekolah, padahal pesanan banyak,” kata Aris.

Tak heran, Aris ingin menambah kapasitas produksi pabrik alat peraga otomotif ini. Sebab, setiap tahun pasti sekolah memesan alat peraga baru untuk mengikuti teknologi. Alat peraga ini dijual dengan kisaran harga Rp 6 juta–Rp 25 juta.

Aris juga melebarkan sayap bisnisnya ke usaha penjualan alat perlengkapan bengkel sejak 2010. Dia menjajal peluang ini ketika banyak SMK yang membangun bengkel sendiri. Berangkat dari melayani kebutuhan bengkel sekolah, Aris juga menawarkan perangkat bengkel ini untuk konsumen ritel. Selain di Solo, dia sudah membuka gerai perlengkapan bengkel di Yogyakarta.    

Ingin otomotif Indonesia lebih maju
Sejak muda, Aris Joko Saraswo adalah pribadi yang tak pernah bisa diam. Dia selalu tertarik akan hal-hal yang berhubungan dengan dunia otomotif. Perubahan teknologi dari produk otomotif pun selalu menarik minatnya.

Itu alasan sang ayah sengaja menyiapkannya menjadi pewaris bengkel. Pasalnya, hanya Aris, anak kedua dari lima bersaudara ini yang menunjukkan ketertarikan pada dunia otomotif. “Cuma saya yang tertarik mengurus bengkel, saudara saya lainnya justru berbisnis pakaian. Padahal, dua dari empat saudara saya adalah laki-laki,” kata Aris.

Tak hanya tertarik dalam bidang otomotif, jiwa wirausaha juga mengakar dalam diri Aris. Tak heran, pria Solo ini jeli dalam mengintip peluang baru. Untuk menggenjot penjualan, dia juga sering mengadakan pelatihan bagi para guru atau dosen di bidang otomotif.

Tak hanya itu, Aris yang hobi membaca ini juga menerbitkan buku-buku di bidang otomotif, baik untuk motor maupun mobil. Sebab, dia melihat buku-buku yang mengulas otomotif, terutama soal teknologi baru, sangat jarang terlihat. “Kita kurang maju di bidang otomotif, karena memang tidak ada buku-buku di pasaran, tidak seperti di China atau Amerika Serikat,” kata dia.

Selain menuliskan pengalamannya sendiri ketika menangani mesin-mesin mobil pelanggan di bengkelnya, Aris juga mengambil berbagai materi dari berbagai buku terbitan luar negeri.

Sampai saat ini, dia sudah menerbitkan 10 judul buku yang mengusung tema otomotif. Hanya, pemasaran  buku-buku itu memang terbatas untuk sesama rekan Aris yang berkecimpung dalam dunia bengkel. Pasar lain buku Aris adalah orang yang tertarik memahami tentang mesin, atau cara memperbaiki mobil atau motor tertentu.                    
Read more

Wirapedia

Wirapedia adalah blog yang mempromosikan UKM di Solo dan sekitarnya.

youtube

 

Blogger news

Blogroll

About