Rss Feed Facebook Twitter Google Plus

post:


Kisah Manis dibalik Pedasnya Cabai

Seperti tanaman lainnya, cabai juga mempunyai banyak varian. Salah satu varian cabai yang kini sedang ramai dibicarakan adalah cabai warna-warni atau cabai pelangi. Cabai dengan nama asli bolivian rainbow ini berasal dari Amerika Selatan. Bentuknya seperti cabai rawit besar. Rasanya juga pedas dan bisa untuk teman menyantap gorengan.

Namun, di Indonesia, cabai pelangi lebih banyak dijadikan tanaman h
ias. Bibit cabai ini banyak dijual di jagad online karena permintaannya memang tinggi. Salah seorang pembudidaya sekaligus pedagang bibit cabai pelangi adalah Bayu Tedja Perdana di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia sudah dua tahun menekuni usaha ini.

Awalnya, ia membeli benih dari Negeri Paman Sam dan membudidayakannya. Hingga saat ini, dia mempunyai sekitar 250 pohon cabai yang terdiri dari 100 jenis varian. Beberapa di antaranya adalah bolivia rainbow, cabaca roxa, dan white devil tongu’e.

Laki-laki yang kerap disapa Bayu ini membudidayakan cabai di lahan seluas 700 meter persegi (m²). “Sebenarnya tanaman ini sudah pernah populer dua tahun lalu, tapi hanya di kalangan komunitas cabai hias,” katanya.

Karena sekarang sedang naik daun lagi, Bayu mulai gencar menjual tanaman yang identik dengan rasa pedas ini. Dia membanderol harga benih cabai pelangi mulai Rp 10.000 yang terdiri dari enam biji cabai, dan Rp 12.000 untuk 12 biji cabai.

Dalam seminggu dia menerima 10 hingga 20 pesanan dari seluruh wilayah Indonesia. Dalam sebulan dia bisa mendapat omzet Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Meski omzetnya masih kecil, laba bersih yang didapatnya besar, yakni sekitar 80% dari omzet.

Keuntungannya besar karena benih yang dijual hanya berupa biji. Nah, dalam satu buah memiliki biji dalam jumlah cukup banyak. Hingga saat ini, Bayu tidak melayani permintaan pohon cabai pelangi karena rusak bila dikirim dalam jarak jauh.  

Pembudidaya lainnya adalah Reza di Semarang, Jawa Tengah. Ia sudah hampir setahun membudidayakan cabai pelangi. Menurutnya, tidak ada perbedaan rasa cabai pelangi dengan cabai lainnya.  "Rasanya bahkan agak lebih pedas dari cabe merah biasa," kata Reza.

Kendati bisa dikonsumsi layaknya cabai pada umumnya, kebanyakan orang membeli tanaman cabai ini bukan buat dikonsumsi. Tapi buat tanaman hias. Saat ini, Reza mengelola lahan seluas 2 m x 6 m untuk membudidayakan cabai rainbow. Dari lahan tersebut, ia menghasilkan 1.000–2.000 butir cabai setiap panennya.

Reza menjual biji cabai yang sudah dikemas. Satu paketnya berisi 10 biji–50 biji cabai, dengan harga Rp 20.000-Rp 30.000 per paket. Reza mengaku, bisa meraup omzet Rp 5 juta per bulan.

Warna yang dihasilkan cabai pelangi cukup unik karena menghasilkan berbagai macam warna mulai dari merah, jingga, ungu, dan lainnya. Asal tahu saja, efek warna bak pelangi ini dihasilkan dari proses pematangan cabai yang tidak bersamaan.

Keunikan ini membuat cabai pelangi menjadi popular di kalangan pencinta tanaman. Saat ini pun, tanaman ini sudah banyak menghiasi halaman rumah. Membudidayakan tanaman ini terbilang mudah dan sederhana.

Bayu Tedja Perdana, pembudidaya cabai pelangi asal Balikpapan menjelaskan, tanaman ini bisa tumbuh dari biji dengan cara disemai. Tahap awal adalah proses penyemaian biji dalam gelas plastik yang berisi dua hingga empat biji cabai.

Setelah batang dan daunnya tumbuh berjumlah empat hingga enam lembar, ada baiknya tanaman segera dipindahkan ketempat yang lebih besar. Tujuannya agar  tanaman bisa tumbuh dengan maksimal. Untuk media tanam dapat menggunakan campuran tanah, pupuk organik dari kotoran kambing, dan sekam bakar dengan komposisi 30:30:40.

Untuk perawatannya cukup mudah, tanaman ini hanya butuh disiram bila udara sedang terik. Jangan sampai tanah terlalu banyak air nanti bisa busuk dan mati. "Cabai pelangi sudah bisa dikonsumsi setelah berusia 3,5 bulan,” katanya pada KONTAN.

Sementara menurut Reza, pembudidaya cabai pelangi lainnya, menambahkan, media tanam perlu ditambah kompos, pupuk dan sekam yang dicampur rata serta disiram untuk perawatannya. Reza memilih tray sebagai media tanam cabai pelangi. "Tray ini bisa dibeli di toko pertanian yang menjual perlengkapan dan perawatan untuk bercocok tanam," kata Reza.

Setelah empat minggu maka akan tumbuh tunas-tunas cabai pelangi sudah mulai terlihat sedikit besar. Saat itulah perawatan dimulai dengan cara pemupukan. Untuk pupuk, Reza menggunakan pupuk NPK agar akar cabai pelangi kuat.

Akan tetapi, pemupukan tidak dapat dilakukan sesering mungkin, hanya setiap tiga minggu sekali. Jenis pupuk lainnya yang dipakai oleh Reza adalah AB Mix. "Ini digunakan agar hasil buahnya banyak," jelas Reza.

Biaya untuk perawatannya pun tidak mahal. Reza hanya perlu merogoh kocek sekitar 10% dari omzet, yaitu sekitar Rp 200.000 sampai

Rp 500.000 per bulan untuk membiayai perawatan cabai warna-warni ini.
Reza mengingatkan, hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi gagal panen adalah kondisi tanah harus tetap lembab. Jangan sampai lahan tanam terlalu kering dan jangan pula tanah dalam kondisi sangat basah.

Read more

Menggoreng Uang Lewat Gorengan


Aneka kudapan yang digoreng, sudah menjadi salah satu menu favorit masyarakat. Sebut saja kentang goreng, jamur goreng, singkong goreng yang selalu laris di pasar. Peluang ini ditangkap oleh Iman Sulaiman dengan mendirikan usaha Gerobak Crispy Abu Bira.

Usaha ini mulai dirintis sejak tiga tahun lalu. Agar cepat berkembang, Iman menawarkan peluang kemitraan usaha sejak Februari 2014. Kini, Gerobak Crispy Abu Bira sudah memiliki 26 gerai. Sebanyak tujuh gerai milik pusat, sisanya milik mitra.

Iman bilang, kelebihan usahanya ini adalah sekaligus menawarkan empat produk dalam satu gerai, yaitu kentang goreng, singkong goreng, tahu goreng, dan jamur goreng. Ada sekitar empat belas varian rasa yang ditawarkan. "Konsumen jadi tidak bosan," kata dia.

Apabila tertarik menjadi mitra Gerobak Cripsy Abu Bira, ada empat paket investasi yang ditawarkan. Paket pertama sebesar Rp 500.000 dan paket kedua Rp 1,1 juta. Paket ketiga sebesar Rp 3,5 juta, adapun paket keempat sebesar Rp 5 juta.

Pada paket pertama, mitra hanya akan mendapatkan banner, tepung renyah, tiga jenis bumbu tabur, dan DVD tutorial cara produksi. Pada paket kedua, mitra akan mendapatkan bahan baku yang lebih banyak dan desain gerobak.

Sementara pada paket ketiga dan keempat, mitra akan mendapatkan bahan baku awal, perlengkapan memasak lengkap serta satu buah gerobak. Mitra harus menyiapkan satu orang karyawan untuk menjaga gerai. Luas ruangan yang ideal cukup sekitar 2 meter x 2 meter.

Harga jual produk bervariasi, mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per porsi. Hitungan Iman, estimasi produk yang terjual minimal 20 porsi singkong goreng dan 35 porsi jamur goreng per hari.
Dalam sebulan, mitra bisa meraup omzet Rp 9,6 juta. Setelah dikurangi biaya pembelian bahan baku, sewa tempat dan gaji karyawan, mitra bisa mendapat laba bersih Rp 3,72 juta per bulan. Dengan begitu, perkiraan balik modal sekitar satu hingga dua bulan.

Mitra tidak akan dikenakan biaya royalti. Namun mitra perlu membeli tepung bumbu dari pusat. Untuk bahan baku lainnya seperti jamur mentah, kentang, singkong dan tahu mitra dibebaskan untuk mencari sendiri. Anda tertarik mencoba?      
Read more

Otak Atik Uang dari Peraga Otomotif


Seringkali, seorang anak meneruskan usaha milik orangtuanya. Nasib semacam itu yang dialami Aris Joko Saraswo dengan bengkel waris-an orangtuanya. Meski begitu, bukan berarti Aris hanya sekadar menjaga roda bisnis keluarganya tetap berputar. Dia tetap punya mimpi sendiri, yang menjadi kebanggaannya, meski tak jauh dari dunia otomotif.  

Aris berhasil mengembangkan usaha bengkel warisan orangtuanya menjadi usaha pembuatan alat peraga otomotif. Dari Solo, Jawa Tengah, pria 36 tahun ini mengirimkan alat peraga ini ke berbagai sekolah menengah kejuruan (SMK), balai latihan kerja (BLK), atau lembaga pelatihan kerja (LPK) di seluruh penjuru Indonesia.  

Keakrabannya pada dunia bengkel menuntun Aris mengambil kuliah di Politeknik ITB. Sayang, sebelum lulus pada 2001, sang ayah meninggal. Aris pun kembali ke Solo untuk melanjutkan bengkel ayahnya.

Sayang, di bawah pengelolaan Aris, bisnis bengkel keluarga justru merosot. Banyak pelanggan yang meninggalkan bengkel Raswo. Aris menduga, para pelanggan tak lagi percaya karena pengelolaan bengkel sudah berpindah tangan.

Tak putus asa, Aris berusaha menghubungi lagi pelanggan dan meyakinkan mereka bahwa ia telah disiapkan sebagai penerus sang ayah. “Saya kuliah di otomotif. Teori sudah dikuasai, hanya perlu mengasah kemampuan lapangan, pasti akan lebih baik hasilnya bila dibandingkan dengan orangtua yang autodidak saja,” jelas Aris.

Baru tiga tahun kemudian, bisnis bengkelnya kembali membaik. Setelah berjalan hingga 2007, Aris melihat bisnis di sektor jasa ini kurang menjanjikan. “Kalau untuk kehidupan sehari-hari masih mencukupi, tapi tak bisa kaya dari bengkel,” cetus pria kelahiran Solo, 19 Oktober 1978 ini.  

Peluang baru
Setelah bersentuhan langsung dengan pekerjaan di bengkel, Aris menyadari, bahwa apa yang didapatkan selama sekolah belumlah cukup. Apalagi, bila dikaitkan dengan perkembangan teknologi mobil. “Sekolah butuh alat peraga yang sesuai dengan teknologi terbaru, biar siswanya ketika keluar sudah akrab dengan teknologi tersebut,” kata Aris.

Dari sinilah, Aris melihat peluang untuk membuat alat peraga otomotif. Aris berpendapat,  dengan alat peraga yang pas, seorang guru atau dosen bisa mempermudah penyampaian materi pelajaran yang rumit. “Usaha ini juga akan memaksimalkan apa yang kami punya di bengkel,” ujar dia.
Dia melihat pembuatan alat peraga sebagai peluang usaha lantaran jumlah SMK di negeri ini mencapai ribuan. Selain itu, kendaraan bermotor punya banyak komponen yang harus dipahami oleh siswa melalui bantuan alat peraga.

Supaya produk yang dihasilkan benar-benar tepat guna, Aris rela merogoh kantongnya untuk memperdalam ilmu soal pembuatan alat peraga hingga ke China. Dia bilang, industri alat peraga otomotif berkembang pesat di Negeri Tembok Raksasa itu.

Sekitar tahun 2008, suami Sri Widiyani ini mulai memproduksi alat peraga otomotif. Karena memanfaatkan bengkel yang ada, Aris tak perlu merogoh kantong dalam-dalam untuk menambah lini usaha baru ini. “Kami membangun workshop menjadi satu dengan bengkel yang ada,” tutur dia.
Lantaran selama menjalankan usaha bengkel Aris menerima pelajar sebagai karyawan magang, maka ia punya hubungan dengan beberapa pengajar SMK atau lembaga pelatihan. Pesanan pun datang dari sekolah yang anak didiknya magang di bengkel Aris.

Awalnya, bengkel Raswo  membuat alat peraga mesin injeksi Corolla. Dia mengirim produk pertamanya itu ke SMK di Bali. “Baru setelah itu, kami bikin website, lengkap dengan foto produk dan spesifikasinya,”  jelas ayah dua anak ini.

Dari www.raswo.com dan promosi mulut ke mulut, usaha alat peraga otomotif Aris semakin terkenal. Berbeda dengan produsen alat peraga yang lain, Aris menuturkan, alat peraga bikinannya lebih informatif. Jadi, hanya dengan melihat saja atau tanpa penjelasan guru, siswa akan lebih mudah memahami cara kerja suatu mesin.

Kini, Bengkel Raswo sudah membuat hingga 50 model alat peraga. Kebanyakan alat peraga dibuat berdasarkan pesanan. Sistem ini juga menguntungkan Aris dalam mengelola kebutuhan modal. Sebab, pemesan harus membayar uang muka 50% dari nilai pesanan.

Namun, itu tak berarti Aris tak pernah punya pengalaman buruk. Dia bercerita pernah tertipu oleh pihak ketiga, yakni salah satu pemenang proyek pengadaan alat peraga. “Kami juga tak mungkin menarik kembali alat peraga yang sudah dikirimkan,” kenang Aris. Pengalaman ini membuatnya rugi hingga ratusan juta rupiah, karena sisa tagihan tak dibayar.

Dari situ, Aris pun makin ketat menetapkan standar dan prosedur. Kini, sebelum pengiriman, pemesan harus melakukan pembayaran lunas.

Dari tahun ke tahun, penjualan alat peraganya terus meningkat. Bahkan, kenaikan produksi dalam setahun terakhir mencapai 100%. Kini, dengan karyawan 25 orang, pabrik alat peraga Aris bisa menghasilkan hingga 250 unit alat peraga setiap tahun. “Itu baru melayani sekitar puluhan sekolah, padahal pesanan banyak,” kata Aris.

Tak heran, Aris ingin menambah kapasitas produksi pabrik alat peraga otomotif ini. Sebab, setiap tahun pasti sekolah memesan alat peraga baru untuk mengikuti teknologi. Alat peraga ini dijual dengan kisaran harga Rp 6 juta–Rp 25 juta.

Aris juga melebarkan sayap bisnisnya ke usaha penjualan alat perlengkapan bengkel sejak 2010. Dia menjajal peluang ini ketika banyak SMK yang membangun bengkel sendiri. Berangkat dari melayani kebutuhan bengkel sekolah, Aris juga menawarkan perangkat bengkel ini untuk konsumen ritel. Selain di Solo, dia sudah membuka gerai perlengkapan bengkel di Yogyakarta.    

Ingin otomotif Indonesia lebih maju
Sejak muda, Aris Joko Saraswo adalah pribadi yang tak pernah bisa diam. Dia selalu tertarik akan hal-hal yang berhubungan dengan dunia otomotif. Perubahan teknologi dari produk otomotif pun selalu menarik minatnya.

Itu alasan sang ayah sengaja menyiapkannya menjadi pewaris bengkel. Pasalnya, hanya Aris, anak kedua dari lima bersaudara ini yang menunjukkan ketertarikan pada dunia otomotif. “Cuma saya yang tertarik mengurus bengkel, saudara saya lainnya justru berbisnis pakaian. Padahal, dua dari empat saudara saya adalah laki-laki,” kata Aris.

Tak hanya tertarik dalam bidang otomotif, jiwa wirausaha juga mengakar dalam diri Aris. Tak heran, pria Solo ini jeli dalam mengintip peluang baru. Untuk menggenjot penjualan, dia juga sering mengadakan pelatihan bagi para guru atau dosen di bidang otomotif.

Tak hanya itu, Aris yang hobi membaca ini juga menerbitkan buku-buku di bidang otomotif, baik untuk motor maupun mobil. Sebab, dia melihat buku-buku yang mengulas otomotif, terutama soal teknologi baru, sangat jarang terlihat. “Kita kurang maju di bidang otomotif, karena memang tidak ada buku-buku di pasaran, tidak seperti di China atau Amerika Serikat,” kata dia.

Selain menuliskan pengalamannya sendiri ketika menangani mesin-mesin mobil pelanggan di bengkelnya, Aris juga mengambil berbagai materi dari berbagai buku terbitan luar negeri.

Sampai saat ini, dia sudah menerbitkan 10 judul buku yang mengusung tema otomotif. Hanya, pemasaran  buku-buku itu memang terbatas untuk sesama rekan Aris yang berkecimpung dalam dunia bengkel. Pasar lain buku Aris adalah orang yang tertarik memahami tentang mesin, atau cara memperbaiki mobil atau motor tertentu.                    
Read more

Usaha Kecil Menengah Yang Menjanjikan


Usaha kecil menengah (UKM) adalah salah satu motor penggerak perekonomian di negara kita, bahkan menurut informasi yang saya baca di berbagai media informasi, Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan ‘tulang punggung’ perekonomian di Indonesia. Usaha kecil menengah (UKM) yang ada di negara kita ini menyumbang sekitar 60% dari PDB (Product Domestic Bruto) dan juga memberikan kesempatan kerja pada banyak masyarakat kita. Jadi, bisnis UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia akan terus berkembang dan memberikan peluang usaha bagi mereka yang menyukai dunia wirausaha.

Walaupun dunia usaha di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat, tidak sedikit dari antara kita yang kesulitan untuk memilih jenis usaha yang akan digeluti. Alasannya beragam, ada yang sulit memulai usaha karena kurangnya modal, kurang pengalaman, tidak punya pengetahuan bisnis, tidak mengerti cara pemasaran bisnis, dan masih banyak lagi kendala lainnya. Tentu saja semua kendala dan tantangan ini tidak membuat kita berhenti berusaha dalam membangun bisnis sendiri, karena setiap usaha memang akan selalu punya tantangan tersendiri yang harus dilalui.

Nah bagi Anda yang ingin memulai usaha sendiri, berikut ini kami rangkum beberapa bisnis UKM (Usaha Kecil Menengah) yang cukup menjanjikan, bahkan diantaranya bisa kita jalankan dengan modal yang kecil.

1. Bisnis UKM di Bidang Kuliner

Bisnis kuliner adalah jenis usaha yang akan selalu laris sepanjang masa, alasannya karena makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita. Bisnis kuliner ini pun punya banyak kategori, mulai dari makanan ringan (camilan), minuman, hingga makanan pokok. Semua kategori di bisnis kuliner ini (camilan, minuman, makanan pokok) punya potensi yang sangat bagus, tergantung cara kita dalam memasarkannya.

Salah satu contoh bisnis kuliner camilan yang cukup sukses adalah bisnis Tahu Jeletot Taisi yang dimiliki oleh Bapak Rudi dari Depok. Usaha tahu jeletot pedas yang dipasarkan melalui internet dengan sistem waralaba ternyata membuahkan hasil yang luar biasa. Saat ini pengusaha tahu jeletot tersebut sudah memiliki banyak mitra di sekitar Jabodetabek.

Sedangkan bisnis kuliner yang cukup sukses untuk kategori makanan utama adalah bisnis Angkringan Nasi Kucing 78 milik Bapak Bayu dari Jogjakarta. Bisnis ini menawarkan sistem waralaba dan dipasarkan melalui media online, dan saat ini pihak pengelola Angkringan Nasi Kucing 78 sudah memiliki banyak mitra di berbagai daerah.

Selain dua bisnis kuliner yang saya sebutkan di atas, masih ada banyak sekali peluang usaha kuliner yang bisa Anda geluti. Silahkan baca artikel tentang #bisnis kuliner lainnya.

2. Bisnis UKM di Bidang Fashion

Sama halnya dengan bisnis kuliner, bisnis fashion (pakaian) adalah jenis bisnis yang sangat potensial dan akan selalu dicari oleh banyak orang. Alasannya sangat sederhana, pakaian adalah kebutuhan sekunder bagi manusia, dan manusia sekarang ini punya banyak keinginan untuk model pakaian mereka.

Bisnis fashion memiliki banyak sekali kategori yang bisa dimanfaatkan, misalnya kategori pakaian pria atau wanita, pakaian muslim, pakaian model korea, dan masih banyak lagi. Salah satu bisnis busana muslim yang cukup sukses adalah Jilbab Rabbani yang membidik target market khusus wanita muslimah. Jilbab Rabbani juga memberikan kesempatan kepada pengecer untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan produk mereka dengan cara menjadi reseller.

Yang menarik dari bisnis fashion saat ini adalah, kita bisa bisa memiliki bisnis fashion dengan modal yang sangat minim namun potensi keuntungannya cukup menggiurkan. Banyaknya suplier fashion yang menawarkan sistem penjualan dengan cara reseller ataupun dropship, sehingga kita cukup mengeluarkan modal yang relatif kecil untuk memulai bisnis ini.

3. Bisnis di Bidang Pendidikan

Pendidikan adalah modal penting bagi perkembangan tiap generasi sebuah bangsa. Boleh dibilang bangsa yang memperhatikan pendidikan generasi penerus mereka adalah bangsa yang akan sukses di segala lini. Nah, karena begitu pentingnya pendidikan dan masih kurangnya sarana pendidikan yang ada di negara kita ini, maka ini bisa menjadi peluang usaha yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki keterampilan atau keahlian di bidang tertentu.

Sebenarnya ada banyak sekali jenis usaha kecil menengah yang bergerak di bidang pendidikan, salah satunya adalah lembaga pendidikan robot terbesar di Indonesia, yaitu Robota Robotics School. Lembaga pendidikan ini memang belum menyentuh semua kalangan, namun perlahan dan pasti dunia pendidikan robotika akan menyebar ke seluruh masayarakat Indonesia.

Contoh lain bisnis UKM dibidang pendidikan adalah lembaga pendidikan bahasa Inggris, International Language Program (ILP). Perkembangan dunia kerja dan dunia usaha yang mengharuskan kita memiliki kemampuan dalam berbahasa Inggris tentunya bisa menjadi sebuah peluang usaha. ILP menawarkan bisnisnya dengan sistem waralaba, sehingga mereka yang tertarik dengan bisnis ini bisa memiliki usaha sendiri tanpa harus memulainya dari nol. Jadi, peluang usaha di bidang pendidikan memang sangat potensial.

4. Bisnis di Bidang Otomotif

Perkembangan dunia otomotif di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Lihat saja jumlah sepeda motor dan mobil yang semakin banyak, tentunya ini bisa menjadi salah satu peluang usaha bagi mereka yang jeli memanfaatkannya. Bisnis otomotif tidak harus besar, yang penting hasilnya menguntungkan dan jangka panjang.

Beberapa usaha yang bisa dimanfaatkan di bidang otomotif adalah jasa bengkel dan spare part, jasa cuci motor/mobil, menjual perlengkapan kendaraan bermotor, dan masih banyak lagi. Banyak sekali ceruk di bisnis otomotif yang bisa kita manfaatkan, misalnya menjual helm sepeda motor. Bagi sebagian orang mungkin jualan helm itu biasa saja, namun bagi mereka yang jeli pasti akan bisa mendapatkan keuntungan besar hanya dari berjualan helm sepeda motor.

5. Bisnis UKM di Bidang Agrobisnis

Anda pasti pernah mendengar lagu Koes Plus “Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat, kayu dan batu jadi tanaman…”. Yup, negara kita memang terkenal dengan berbagai tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan kebutuhan lainnya, mulai dari beras, aneka sayuran, aneka buah-buahan, dan tanaman penting lainnya. Kebutuhan akan bahan pangan dan nutrisi nabati tentunya membuat bisnis UKM agrobisnis di bidang pertanian akan terus dibutuhkan masyarakat Indonesia, bahkan kita bisa mengekspor ke luar negeri.

Bisnis UKM di bidang Agrobisnis lainnya adalah peternakan. Seperti kita ketahui, protein hewani adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, itulah sebabnya mengapa bisnis peternakan akan selalu dibutuhkan. Sayangnya, walaupun usaha agrobisnis peternakan telah menelurkan banyak miliuner sukses di Indonesia, belum banyak pengusaha muda yang menggeluti bidang ini karena dianggap kolot dan hanya cocok untuk masyarakat pedesaan.

6. Bisnis di Bidang Teknologi Internet

Bukan rahasia lagi bahwa internet memberikan banyak sekali peluang usaha bagi kita. Bukan hanya pada mereka yang telah memiliki bisnis REAL, tapi juga pada mereka yang belum memiliki bisnis. Yang saya maksudkan di sini adalah bisnis internet yang memang khusus dibangun untuk bisnis internet jangka panjang, atau biasanya disebut dengan #startups bisnis.

Ada banyak jenis startup yang ada di Indonesia, mulai dari startup di bidang #eCommerce, media online, aplikasi, dan lain-lain. Salah satu startup bisnis yang unik adalah komik digital Si Juki yang menawarkan konten segar dan lucu bagi para pembacanya. Startup Indonesia lainnya yang cukup populer adalah Buka Lapak, yaitu situs ecommerce yang mempelopori keamanan transaksi online. Masih banyak startup lainnya yang sedang berkembang di Indonesia, ini membuktikan bahwa pasar online merupakan pasar yang sangat potensial.
Read more

Daftar Tarif 116 Hotel Murah di Solo




No.Nama HotelAlamatTeleponKlasifikasiJumlah KamarTarif Permalam(Rp)
1AriniJl. Slamet Riyadi No. 361, Solo(0271) 716525Melati 342225.000-308.000
2Atina GrahaJl. Bangka No. 30, Solo(0271) 665448Melati 22650.000-250.000
3Baron IndahJl. dr. Radjiman No. 392, Solo(0271) 740672Melati 354285.000-500.000
4DiamondJl.Slamet Riyadi No. 392, Solo(0271) 726232Melati 334315.000-3.500.000
5Griya KencanaJl. Latar Ireng No. 22, Solo(0271) 737159Melati 31481.000-190.000
6GuritaJl. dr. Setiabudi No. 31, Solo(0271) 738585Melati 34042.000 -160.000
7Karya SariJl. Ahmad Yani No. 387, Solo(0271) 714512Melati 33060.000-140.000
8KusumaJl. dr. Rajiman No. 374, Solo(0271) 712740,Melati 340200.000-450.000
9Mandala WisataJl. Perintis Kemerdekaan No. 12, Solo(0271) 712270Melati 319197.00-350.000
10Mawar IndahJl. Cinderejo Kidul No. 1(0271) 719246Melati 327110.000-135.000
11Mawar IndriyaJl. Monginsidi No. 125,(0271) 632810Melati 335298.000-750.000
12Sinar IndahJl. Adi Sucipto No. 77, Solo(0271) 715149Melati 32490.000-150.000
13SuryaJl. dr.Setiabudi No. 17, Solo(0271) 721915Melati 325180.000-215.000
14TrihadiJl. Monginsidi No. 97, Solo(0271) 637557Melati 31865.000-160.000
15LaweyanJl. dr.Rajiman No. 568, Solo(0271) 724246Melati 32095.000-105.000
16Roemahku Jl. dr.Rajiman No. 501, Solo(0271)714024Melati 314650.000-975.000
17Wahana Boga CakraJl. Kalitan No. 19, Solo(0271)716947Melati 34400000
18Griya Kalitan Rumah TuriJl. Sri Gading II No. 12, Solo(0271)71292818350.000-600.000
19KinasihJl. Nitik No 5 A/B, Solo(0271)7057053Melati 3790.000-150.000
20Solo Tiara HotelJl. Kebangkitan Nasional No. 13, Solo(0271)7053640Melati 320196.000-256.000
21Mulia BaruJl. KH. Ahmad Dahlan No. 7, Solo(0271) 661884Melati 380.00-160.000
22Malioboro Inn SoloJl. dr. Rajiman 515, Solo(0271) 732999Melati 3
23Just In HotelJl. Suryo No. 129, Solo(0271) 647488Melati 3
24Mangkuyudan HotelJl. K.H. Samanhudi No. 59, Solo(0271)726691Melati 31795.000-185.000
25Nano HotelJl. A. Yani 280, Solo(0271) 732022Melati 3
26The Margangsa HotelJl. Kebangkitan Nasional, Solo(0271) 731999Melati 339250.000-600.000
27Tune HotelJl . dr Supomo No. 99, Solo
28AtinaJl. dr.Setiabudi No. 43, Solo(0271) 719183Melati 22450.000-125.000
29Anugerah PalaceJl. Slamet Riyadi No. 331(0271) 711812Melati 228225.000-350.000
30Cindhe WunguJl. Jalak No. 1, Solo(0271) 714843Melati 31630.000-60.000
31Gajah MadaJl. Gajah Mada No. 134, Solo(0271) 632161Melati 21760.000-150.000
32HorisonJl. Adisucipto, Solo(0271) 713158Melati 12735.00 -85.000
33JayakartaJl. Monginsidi No. 104-106, Solo(0271) 646013Melati 22875.000-175.000
34KalokaJl. Gajah Mada No. 77, Solo(0271) 712804Melati 23040.000-100.000
35Karya SejatiJl. Bangau VI, Solo(0271) 733894,Melati 21425.000-35.000
36KotaJl. Slamet Riyadi No. 125(0271) 632841Melati 22588.000-198.000
37Kusuma Sari Indah IIKestalan RT 04/RW 03, Banjarsari, Solo(0271) 642574Melati 11930.000-90.000
38Madu AsriJl Kestalan III/17A, Solo(0271) 648481Melati 13215.000-35.000
39Madu Asri 1Jl. Bangau VII, Solo(0271) 648482Melati 11795.000-165.000
40MatahariKartopuran No. 8, Jayengan, Solo(0271) 641270Melati 22515.000-35.000
41Permata SariJl.Setiabudi No. 40, Solo(0271) 719655Melati42105.000-155.000
42Putri SariJl. Slamet Riyadi No. 384 Solo(0271) 717958Melati 23535.000-90.000
43AriesJl. Setya Budi 39, Solo(0271) 717518Melati 26485.000-225.000
44RioJl. Bangka No. 21, Solo(0271) 632845Melati 12330.000-75.000
45Sasana Krida KusumaJl. Mentri Supeno No. 1, Solo(0271) 710008Melati 12030.000-75.000
46Sekar ayuJl. dr.Setiabudi No. 79, Solo(0271) 712686Melati 313146.000-210.000
47Sido KabulJl. Kalimantan, Solo(0271) 642569Melati 21740.000-75. 000
48Solo BaratJl. Adi Sucipto No. 165, Solo(0271) 716121Melati 22340. 000-70. 000
49De Solo (Timur)Jl. dr.Supomo No. 8, Solo(0271) 714887Melati 21940. 000-45. 000
50Suko MaremJl. dr.Sutomo No. 11, Solo(0271) 713767Melati 218427. 000-689. 000
51Tirtonadi PermaiJl. R.D.Tagore I No. 6, Solo(0271) 723483Melati 22040. 000-125. 000
52TrioJl. Urip Sumoharjo No. 25, Solo(0271) 656240Melati 22770. 000-180. 000
53TrisariJl. AM.Sangadji No. 4, Solo(0271) 635959Melati 235150.000-250. 000
54TriyadiJl. Tirtonadi No. 20, Solo(0271) 714996Melati 11960. 000-120. 000
55Widya Griya IIJl. Bedoyo No. 86, Solo(0271) 644093Melati 12325.000-45.000
56WijayaJl. RM. Said 268, Solo(0271) 713126Melati 22375.000-150.000
57Wijaya KusumaJl. dr. Rajiman No. 677, Solo(0271) 717988Melati 21675. 000-150. 000
58WiryomartonoJl. KH.Agus Salim No. 11(0271) 726926Melati 22190. 000-130. 000
59WisnuJl. dr Supomo No. 73, Solo(0271) 715269Melati 219110. 000-187. 000
60Pondok PersadaJl. KI Hajar Dewantoro, Solo(0271) 648616Melati 3985. 000-175. 000
61Istana GriyaJl. A. Dahlan No 22, Solo(0271) 632667Melati23125. 000
62Hotel Pondok IndahJl. Kebangkitan Nasional, No. 9, Solo(0271) 714566Melati22100.000-175. 000
63AgungJl. Gajah Mada No. 131(0271) 713034Melati 1
64AidaJl. RM Said 75, Solo(0271) 632239Melati 1
65ArjunaMargorejo Kulon II/3, Kestalan, Banjarsari, Solo(0271) 642232Melati 1925000
66Avita SariJl. Bido II No. 4, Solo(0271) 717115Melati 1740000
67Banon CinawiJl. A. Yani No 1/III, Solo(0271) 712871Melati 11650.000-115.000
68Beteng JayaJl. Kiai Gede No. 24, Solo(0271) 654151Melati 11625000
69CentralJl. Ahmad Dahlan 32, Solo(0271) 642814Melati 11520.000-30.000
70D.SJl. Jageran RT 02/RW 05, Ketelan, Banjarsari, Solo(0271) 646884Melati 14035.000-85.000
71FortunaJl. Ronggowarsito 72, Solo(0271) 648791Melati 13550.000–250.000
72Jati IndahJl. Natuna II RT 01/RW 3, Kestalan, Banjarsari, Solo(0271) 634310Melati 1925000
73Jaya Jati BaruJl. Abdul Rahman Saleh 66, Banjarsari, Solo(0271) 643126Melati 11440000
74Jaya JatiJl. AR. Saleh No. 49, Solo(0271) 635525Melati 12125000
75KalimantanJl. Hasanudin No. 5, Solo(0271) 714481Melati 11025000
76Karya AbadiJl. Tirtonadi No. ½, Solo(0271) 710544Melati 13530.000-40.000
77Karya AsihJl. Gumunggung, RT 01/RW 01, Solo(0271) 7 32020Melati 11525000
78Karya IndahJl. Mentawai RT 07/RW 13, Gilingan, Solo(0271) 7002968Melati 11720.000-50.000
79Karya JayaJl. Merak No.1, Solo(0271) 717309Melati 11525000
80Karya MuktiJl. Merak No.1, Solo(0271) 724089Melati 12020.000-25. 000
81Kencana AsriJl. Bido II No.2, Solo(0271) 717356Melati 11525000
82KeprabonJl. Ahmad Dahlan 12-14, Solo(0271) 632811Melati 12020.000-25.000
83Kusuma Indah Sari 1Kestalan RT 04/RW 03, Kestalan, Banjarsari, Solo(0271) 642574Melati 12440.000-70.000
84MarconiKestalan RT 01/RW 03, Banjarsari, Solo(0271) 632857Melati 121110.000-120.000
85Mawar MelatiJl. Imam Bonjol 54, Solo(0271) 636434Melati 11430.000-60. 000
86Mekar SariJl. Slamet Riyadi No. 530(0271) 714894Melati 11335000
87Mulya JayaJl. Natuna No. I, SoloMelati 11275.000-150.000
88MutiaraJl. Tirtonadi No. I, Solo(0271) 722788Melati 11875.000-200.000
89NasionalJl. Arifin No. 20, Solo(0271) 632802Melati 11425000
90NirwanaJl. Ronggowarsito No. 59, Solo(0271) 632843Melati 11420.000-30. 000
91Pajang IndahJl. Joko Tingkir No. 22, Solo(0271) 711609Melati 11740.000-90.000
92PojokJl. Abdul Rahman Saleh No. 31, Solo(0271) 645085Melati 11340.000-60. 000
93Pondok BaruKestalan RT 001/RW 003, Banjarsari, Solo(0271) 644833Melati 13630. 00-40. 000
94PrasastiJl. Letjen Suprapto No.81(0271) 723990Melati 11430. 000-40. 000
95Puspa JayaJl. Puspowarno No. 20(0271) 711105Melati 11220. 000
96Puspita Baru 1Jl. dr. Rajiman No. 404, Solo(0271) 742755Melati 1540. 000-85. 000
97Tiara PuspitaJl. dr. Rajiman No. 404 C, Solo0271) 729805Melati 11260. 000-85. 000
98SaptaJl. Gajah Mada 170, Solo(0271) 633418Melati 11175. 000-85. 000
99Sapta JayaJl. dr.Rajiman 580, Solo(0271) 712262Melati 12790. 00-125. 000
100SaranganJl. Slamet Riyadi 309, Solo(0271) 716309Melati 19
101SeribuJl. Abdulrahman Saleh No. 68, Solo(0271) 646245Melati 11475. 000-100. 000
102Setya KawanKestelan 1A/VII No.24, Solo(0271) 656258Melati 11740. 000-110. 000
103Si Cantik BaruJl. Adi Sumarmo No.28, Solo(0271) 718841Melati 11435. 000-85. 000
104Sinar DadiMargorejo Kulon RT 01/RW 05, Solo(0271) 7082407Melati 11530. 00-40. 000
105Sri RedjekiMadyotaman RT 04/RW 02, Punggawan, Banjarsari, Solo(0271) 719265Melati 11425. 000
106Sri LarasJl.Sutowijoyo, No. 39, Solo(0271) 717947Melati 11930000
107Trimo MayorKestalan RT 04/RW 03, Kestalan, Banjarsari, SoloMelati 1920000
108Tiara PuspitaJl. dr. Rajiman No. 40, Solo(0271) 729805Melati 190.000-125.000
109WahyuJl.Tirtonadi No. 8, Solo(0271) 719151Melati 11450. 000-70. 000
110WidodoJl. Abdul Rahman Saleh No. 53, Solo(0271) 636963Melati 1920. 000
111Widya Griya 1Jl. Notodiningratan No. 115, Solo(0271) 641454Melati 112130.000-200.000
112WigatiJl. Banda No. 2, Solo(0271) 637341Melati 13760.000-115. 000
113WismantaraJl. RM. Said No. 91, Solo(0271) 713590Melati 11530. 000
114YogaKestalan RT 01/RW 03, Kestalan, Banjarsari, Solo(0271) 635516Melati 11220. 000-25. 000
115RahayuBratan RT 03/RW 09, Pajang, Laweyan, Solo(0271) 714214Melati 11680. 000-90. 000
116Wisma BraniJl. Setyaki No. 7, Solo(0271) 714177Melati 11160. 000-70. 000
Read more

QUA-LI NOODLE & RICE


QUA-LI NOODLE & RICE
Solo Square lantai 2 no 2A-2B
Jl. Slamet Riyadi no 451-455
telp/fax (0271) 722 705
Surakarta


Read more

POPIPOP Noodles Soup


Popipop Noodles Soup
Jl. Adi Sumarmo 110 Komplang Solo


POPIPOP Noodles Soup adalah sebuah kedai makan di Solo dengan sajian utamanya aneka mie soup pasta yang memiliki visi menjadi restaurant noodles soup terbesar di Indonesia dan saat ini sudah memiliki 5 outlet


Read more

Tiffany Bella


Distributor sprei, bed cover, selimut, handuk dan segala macam celana membutuhkan karyawan/karyawati:
Jln. Cocak 1 No.6A, Sidorejo (Sambeng), Solo

Tk. Tiffany Bella Jeans di Pusat Grosir Solo (PGS) lantai 1 Blok A7 No.6 Solo. Menyediakan berbagai celana jeans pria/wanita. Telp. 081548566666
Read more

RM Malioboro



Rumah makan khas Solo, yg telah berdiri sejak th 1986 dan telah memiliki beberapa cabang dengan menu andalan kami, Ayam kampung bakar dan goreng kremes.
RM. MALIOBORO 
Jl. RM Said 91b, Solo
Read more

Wirapedia

Wirapedia adalah blog yang mempromosikan UKM di Solo dan sekitarnya.

youtube

 

Blogger news

Blogroll

About